Lembaga Donasi Online Griya Yatim dan Dhuafa - Demi Buah Hati, Ibu Tahan Sakit Terus Bekerja

Ayo bantu Ibu Hayanih untuk memenuhi kebutuhan hidup anak-anaknya yang masih kecil, walau dengan menahan rasa sakit sebab penyakit ginjalnya.

Demi Buah Hati, Ibu Tahan Sakit Terus Bekerja

Lokasi Donasi Seluruh Indonesia

Sampai dengan Tanpa Batas Waktu



Bantu sebarkan program ini melalui sosial media

Ayo bantu Ibu Hayanih untuk memenuhi kebutuhan hidup anak-anaknya yang masih kecil, walau dengan menahan rasa sakit sebab penyakit ginjalnya.

“Kasih sayang ibu sepanjang masa” Peribahasa itu tepat disematkan untuk seorang Janda Dhuafa bernama Ibu Hayanih (40 th).

fbd9bcb5-4ba6-4db3-9d4c-5731e69ae401.jpg

Di tengah segala keterbatasannya dalam menjalani hidup dan penyakit batu ginjal yang ia derita. Ia tetap berjuang demi bisa menghidupi kedua anaknya yang yatim.

97496927-0729-4d45-a724-fbf8317a7a3e.jpg

Ibu Hayanih seorang janda dhuafa yang tinggal di sebuah gubuk terpal sangat sederhana beralaskan tanah di daerah Ciseeng, Bogor.

a72eaa37-95f8-4a73-9c75-b0c507c8fb24.jpg 46c64235-9c72-4ffc-9471-ce5ca455a531.jpg

Suami tercintanya meninggal 5 tahun yang lalu dikarenakan penyakit angin duduk. Sejak saat itu, ibu Hayanih berjuang seorang diri menghidupi dua anak yatimnya, yakni Sahrul Aditia (10 th) dan Muhamad Ramadan (1 th).

“Waktu saya ingin mengobati penyakit batu ginjal saya, ternyata anak saya Sahrul mengalami usus buntu. Akhirnya saya mengalah supaya Sahrul lebih dulu diobati, dan sampai sekarang batu ginjal saya masih ada dan sudah mulai membesar” Lirih Ibu Hayanih.

7735496f-7d9e-4db6-9d8c-a3e71daf5738.jpg

Sambil menahan sakit yang ia derita, ia tetap bejuang demi bisa menghidupi kedua anak yatimnya. Segala macam usaha ia coba, mulai dari menjadi pemulung, sampai menjadi kuli gosok dengan pendapatan yang tak menentu. Namun, semua itu tetap tidak bisa menutupi kebutuhan hidup dirinya beserta dua anak yatimnya. Terlebih ia masih memiliki anak batita yang memerlukan susu dan asupan nutrisi lainnya.

61a9cced-e35d-4803-9409-799f86b0abb6.jpg

Sampai pada akhirnya, ia beserta kedua anak yatimnya di usir dari kontrakan yang ia tempati karena sudah menunggak selama 3 bulan lamanya. Anak pertamanya Sahrul, pun terpaksa harus putus sekolah karena Ibunya tak sanggup untuk membiayai sekolah sang anak.

Sambil menahan lapar, Ibu Hayanih mencari tempat berteduh yang dapat mereka tinggali. Kemudian ia dipinjami sepetak tanah oleh warga untuk ia bangun sebagai tempatnya beserta dua anak yatimnya tinggal.

4015b492-5b26-49db-ae67-528b3ce96a09.jpg

Dengan bermodal pinjaman uang dari bank keliling, ia mulai membangun gubuk terpal yang sangat sederhana untuk dapat ia tinggali, sisanya ia gunakan sebagai modal untuknya berjualan. Terkadang kegiatan memulungpun masih kerap ia kerjakan demi menambah penghasilan untuk membeli makanan, susu untuk sang anak, dan keperluan lainnya.

“Kalo lagi ga ada yang beli dagangan saya, atau ga dapet mulung. Saya cuma bisa makan nasi tanpa lauk apapun, atau paling cuma makan ubi dan singkong” Lirih Ibu Hayanih

5519bce5-197d-4d13-b3a0-da267ea41a71.jpg

Saat ini, ia hanya dapat pasrah dan tawakal, juga tak putus dalam berdoa, berharap agar anaknya kelak mendapatkan hidup yang layak dimasa depan.

4a073f53-41f1-4672-9474-fce806717bc0.jpg

Demikianlah kondisi yang dirasakan oleh Ibu Hayanih sang Janda Dhuafa yang berjuang demi menghidupi kedua anak yatimnya. Melihat kondisi demikian, Griya Yatim & Dhuafa (GYD) berinisiatif untuk mengajak seluruh #SahabatDermawan dan #OrangBaik untuk membantu Ibu Hayanih dan dua anak Yatimnya untuk bertahan hidup.

Yuk bantu dengan DONASI SEKARANG

Bantu sebarkan program ini dengan menjadi Fundraiser (penyebar amal baik)

atau Anda bisa membantu menyebarkan kebaikan

Sosial media terkait program

Logo Griya Yatim dan Dhuafa

Griya Yatim dan Dhuafa