Lembaga Donasi Online Griya Yatim dan Dhuafa - Tanpa Kedua Matanya, Kakek Sainan Berjuang Bantu Istrinya Yang Tuna Rungu

Tongkat kayu menjadi pengganti matanya untuk bekerja dan memenuhi kebutuhan hidup dirinya bersama dengan istrinya yang tuna rungu.

Tanpa Kedua Matanya, Kakek Sainan Berjuang Bantu Istrinya Yang Tuna Rungu

Lokasi Donasi Seluruh Indonesia

Sampai dengan Tanpa Batas Waktu



Bantu sebarkan program ini melalui sosial media

Tongkat kayu menjadi pengganti matanya untuk bekerja dan memenuhi kebutuhan hidup dirinya bersama dengan istrinya yang tuna rungu.

Kakek Sainan, adalah seorang pemulung tuna netra yang setiap hari berjuang demi menyambung hidupnya & istrinya, Nenek Ini, seorang tuna rungu sejak kecil.

Meski telah bekerja dari subuh hingga petang, kakek hanya bisa mengumpulkan Rp 1,500/hari. Ia pun bekerja dengan bantuan tongkat penuntunnya yang telah usang. Peluhnya terus bercucuran demi bisa menghidupi istrinya.

Botol, kardus dan barang-barang bekas kakek kumpulkan untuk nantinya dijual. Tanpa kedua matanya, pekerjaanya menjadi pemulung sangat berbahaya dan menyita lebih banyak waktu, seringnya kakek menahan haus dan lapar tiap kali bekerja.

Melihat suaminya yang terus bekerja, Nenek Ini pun ikut bekerja dengan keterbatasan pendengarannya. Ia menyapu jalanan setiap kali ada petugas yang membutuhkan bantuannya, upahnya tidak pernah menentu, seringnya ia menunggu kakek di rumah sambil terus berdoa agar suaminya terus dilindungi.

Keduanya hidup di dalam rumah tua kecil dengan kondisi yang memprihatinkan. Dahulu, di dalam rumah ini ada kakek, nenek dan kedua anak mereka yang kini telah pergi dari rumah & harus berjuang menghidupi kehidupan mereka yang juga sulit, dengan tanggungan keluarga masing-masing...

Semua kesulitan dalam hidup, tidak membuat keduanya menyerah. Segala keterbatasan dalam berkomunikasi tidak membuat kasih sayang diantara keduanya berkurang, tiap hari keduanya terus berjuang untuk satu sama lain, menjalani hidup yang tak pernah mudah bagi keduanya.

“Dari nyari barang bekas buat dijual, Alhamdulillah saya dapet Rp 1,500/hari. Kalo irit-irit, di akhir bulan, saya sama istri bisa makan ayam goreng satu berdua. Di hari-hari lain ya kami makan nasi pakai garam/kalo ada tempe.

Saya udah tua & sekarang kedua mata saya kehilangan pengelihatan, sedangkan istri saya tuna rungu, susah banget untuk kami cari kerja. Selama pandemi juga, anak-anak kena pemutusan hubungan kerja, kami ga bisa ngandelin mereka karena cucu-cucu juga butuh makan..

Ya sekarang mah kami cuma bisa terus berjuang dan terus berdoa, Allah pasti ngasih jalan buat kami..” - Kakek Sainan

Begitulah sepenggal cerita hidup pasangan lansia kuat ini, meski hidup begitu berat mereka tak pernah menyerah. Oleh sebab itu, yuk kita apresiasi perjuangan mereka

Bantu sebarkan program ini dengan menjadi Fundraiser (penyebar amal baik)

atau Anda bisa membantu menyebarkan kebaikan

Sosial media terkait program

Logo Griya Yatim dan Dhuafa

Griya Yatim dan Dhuafa