Lembaga Donasi Online Griya Yatim dan Dhuafa - Bantu Nenek Hidupi Cucu Yatim Piatu

Sangat sulit bagi seorang lansia dhuafa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, terlebih lagi harus merawat cucunya. bantu Nenek Tati untuk bisa menyekolahkan Erik, cucu yatim piatunya untuk bisa terus sekolah dan melanjutkan hidup.

Bantu Nenek Hidupi Cucu Yatim Piatu

Lokasi Donasi Seluruh Indonesia
Lokasi Donasi Seluruh Indonesia
Lokasi Donasi Seluruh Indonesia
Lokasi Donasi Seluruh Indonesia

Sampai dengan Tanpa Batas Waktu



Bantu sebarkan program ini melalui sosial media

Sangat sulit bagi seorang lansia dhuafa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, terlebih lagi harus merawat cucunya. bantu Nenek Tati untuk bisa menyekolahkan Erik, cucu yatim piatunya untuk bisa terus sekolah dan melanjutkan hidup.

"Aku tidak pernah liat wajah Ayah, aku kangen, apalagi kalau liat temen-temen lagi sama ayahnya"-Erik

Erik, sudah menjadi yatim saat usia masih bayi (9 bulan). Ayahnya meninggal dunia karena kecelakaan.

Perasaan sedih Erik sedikit terobati karena masih ada curahan kasih sayang dari Ibunya, tetapi tidak berlangsung lama.

Perasaan sedih hadir kembali dan semakin besar, karena di usianya yang ke-5, Erik kehilangan sosok yang paling ia cintai yaitu sang Ibu yang meninggal dunia karena sakit. "Sedih kehilangan Ibu, aku rindu sama Ibu. Jika Ibu ada disini, aku ingin memeluknya, ujarnya lirih-Erik (12 th).

Kini, Erik tinggal bersama neneknya, Ibu Tati (70 th) di sebuah kontrakan di Cilejet, Bogor - Jawa Barat berukuran 5x3 meter berdinding lusuh, tempat MCK dan dapur yang kumuh, serta jendela yang hampir roboh. Bahkan sudah 5 bulan nenek Tati menunggak bayar kontrakan.

 “Umur Erik sekarang 12 tahun, Erik pengen terus sekolah, meski sulit menuhin kebutuhan sekolah Erik, karena buat sehari-hari saja sudah susah, tapi saya harus terus berusaha” - Nenek Tati.

Neneknya kini menjadi tulang punggung Erik, neneknya setiap hari berjualan gorengan, dengan pendapatan rata-rata 35 ribu perhari, itupun bila dagangannya habis terjual.

 “Kalo makan seadanya, kadang cuma nasi sama garem, kadang saos.” Kata Erik.

Mungkin bagi sebagian kita, begitu banyaknya pilihan menu makanan, tetapi tidak bagi Erik. Mungkin bagi sebagian kita, sekolah mudah ditempuh dan perlengkapan sekolah mudah didapat, tetapi tidak bagi Erik.

Sungguh miris kondisi Erik, tetapi ditengah banyak kekurangan dan keterbatasan, cita-cita Erik ingin menjadi Polisi tidak pernah padam. Dan sosok Neneknya yang menjadi pahlawannya, terus berusaha agar cucunya terus bisa sekolah, meski harus berjualan gorengan keliling kampung.

Sahabat, yuk bersama Griya Yatim dan Dhuafa kita bantu Nenek Tati untuk bisa menyekolahkan Erik, cucu yatim piatunya untuk bisa terus sekolah dan melanjutkan hidup.

Bantu sebarkan program ini dengan menjadi Fundraiser (penyebar amal baik)

atau Anda bisa membantu menyebarkan kebaikan

Sosial media terkait program

Logo Griya Yatim dan Dhuafa

Griya Yatim dan Dhuafa