Lembaga Donasi Online Griya Yatim dan Dhuafa - Upah 10ribu Sapu Lidi, Kakek Nenek untuk bisa makan

Kakek Emog merupakan lansia yang bekerja membuat sapu lidi, penghasilannya tidak bisa memenuhi kebutuhan hariannya. Ayo bantu Kakek Emog dengan berdonasi sekarang.

Upah 10ribu Sapu Lidi, Kakek Nenek untuk bisa makan

Lokasi Donasi Seluruh Indonesia

Sampai dengan Tanpa Batas Waktu



Bantu sebarkan program ini melalui sosial media

Kakek Emog merupakan lansia yang bekerja membuat sapu lidi, penghasilannya tidak bisa memenuhi kebutuhan hariannya. Ayo bantu Kakek Emog dengan berdonasi sekarang.

Mungkin bagi sebagian orang, pelepah daun kelapa tidaklah berguna. Namun begitu berharga bagi Kakek Emog (98 th). Baginya, pelepah daun kelapa adalah sumber kehidupan bagi ia dan istrinya yang bernama Nenek Aminah (66 th) untuk bisa bertahan hidup di penghujung usianya.

Kakek Emog begitu semangat mencari pelepah daun kelapa untuk ia jadikan sapu lidi, dan kemudian dijual kembali demi sesuap nasi.

Dengan mengenakan baju yang mulai lusuh sambil membawa golok miliknya, perlahan ia mengayunkan kaki rentanya berjalan menyusuri jalan setapak sejauh + 1 km seraya berharap mendapatkan rezeki yang ia bisa bawa pulang untuk diberikan kepada sang istri.

Sesampainya ia di tempat tujuan, ia mulai mengumpulkan pelepah daun kelapa. Seperti tak mengenal lelah, dengan teliti ia masih harus memisahkan sehelai demi sehelai daun dari pelepahnya.

Tangan keriput kakek Emog terus mengumpulkan daun-daun yang kemudian ia ikat kuat-kuat dengan sabut agar bisa dibawanya pulang untuk dijadikan sapu lidi.

Jika sedang beruntung sang kakek bisa mendapatkan kelapa yang terjatuh dari pohonnya untuk ia bawa pulang sebagai pelepas dahaga setelah seharian ia bekerja.

Sesampainya ia di rumah, ia masih harus memisahkan antara daun dan lidi. Dalam proses ini Kakek Emog membutuhkan waktu cukup lama karena harus berhati-hati dengan golok tajam miliknya. Karena usianya yang renta, ia hanya mendapatkan 2 bilah sapu lidi yang bisa dijualnya.

Jika beruntung, Kakek Emog bisa menjual kedua bilah sapu tadi dengan bayaran sebesar Rp10.000. Bagi sebagian orang mungkin ini bukanlah upah yang sepadan mengingat perjuangan yang kakek lalui untuk mendapatkan sapu lidi tadi.

Namun bagi Kakek Emog, lembaran uang yang ia peroleh merupakan rezeki yang sudah ditetapkannya dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala, dan ia tak pernah lupa untuk senantiasa bersyukur.

Meski hidangan pengganjal perut bagi sepasang lansia ini sangatlah sederhana. Ia masih bisa menikmatinya dengan penuh kehangatan berdua di rumah tuanya.

Begitulah sepenggal cerita hidup sepasang lansia kuat ini, meski hidup begitu berat mereka tak pernah menyerah. Ayo berikan kepedulian kepada mereka untuk meringankan beban mereka.

Bantu sebarkan program ini dengan menjadi Fundraiser (penyebar amal baik)

atau Anda bisa membantu menyebarkan kebaikan

Sosial media terkait program